panen yang pertama

Posted in bisnis jamur kuping on September 5, 2011 by pandu87

alhamdulilah setelah menunggu kurang lebih satu bulan,akhirnya usaha budidaya membuahkan hasil -+800 baglog saya sudah bisa saya panen dan menghasilkan hampir 10 kg jamur kuping kering.
untuk langkah awal yang cukup bagus menurut saya,mudah2an panen selanjutnya makin baik dan bisa habis sampai panen trakir,mungkin bisa 6 kali penen.sesuai dengan informasi yang saya dapat.dan bisa untuk membeli baglog jamur lagi,yang semakin berlipat.amin

Cara baru mendapatkan uang lewat facebook.

Posted in Uncategorized on Agustus 14, 2011 by pandu87

Saat ini bukan saja Blog yang bisa kita jadikan lahan Rupiah, namun ada cara baru untuk mendapatkan Uang dari Facebook. Fasilitas Facebook ini tentu saja adalah kabar menarik bagi pencari uang dari dunia online dan internet. Ada beberapa langkah yang harus anda lakukan untuk mendapatkan uang dari Facebook. Berikut akan saya jelaskan mengenai cara dan aturan main agar Facebook kita juga bisa menjadi sebuah lahan baru untuk menghasilkan uang. :

1. Pertama dan yang terpenting, anda tentunya harus sudah mempunyai akun di Facebook.
2. Lakukan langkah login pada Facebook anda
3. Ketikkan / copy paste alamat http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=100000132966182

pada browser anda ( tapi pastikan terlebih dahulu bahwa anda sudah login pada akun Facebook anda sebelum membuka halaman tersebut )

NB : Penting untuk menyimpan link diatas agar anda bisa masuk kembali kedalam aplikasi ini kapan saja anda mau. Silahkan untuk menyimpan di HP, catatan atau komputer pribadi anda alamat diatas.

4. Lalu jawablah setiap pertanyaan yang ada satu persatu, kunci jawaban terdapat pada link yang disediakan. Jumlah pertanyaan yang tersedia bergantung pada jumlah pengiklan, sehingga kita harus rajin tiap hari mengunjung halaman applikasi ini.

Agar uang pendapatan anda bisa bertambah dengan cepat, maka ajaklah semua teman anda yang ada di Facebook untuk turut bermain dalam permainan ini, tentunya lewat link refereal anda sendiri yang bisa anda dapatkan pada kiri bawah halaman ( Perhatikan garis merah pada gambar, itulah link refereal anda sendiri yang bisa anda gunakan agar teman anda menjadi downline anda )

Aturan main :

1. Setiap jawaban yang benar kamu akan mendapatkan Rp. 150,-
2. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat kamu (downline 1), kamu akan mendapat Rp. 60,-
3. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat downline 1 kamu (downline 2), kamu akan mendapat Rp. 50,-
4. Setiap jawaban yang benar yang dijawab teman yang mendaftar lewat downline 2 kamu (downline 3), kamu akan mendapat Rp. 40,-

Untuk melakukan Payout pada rekening yang anda miliki, anda harus mencapai angka Rp 10.000,- terlebih dahulu. Jadi segeralah ikuti permainan ini dan agar anda mulai mengerti cara mendapatkan uang dari Facebook. Jangan lupa untuk membuka halaman :

http://apps.facebook.com/bagi-bagi/index.php?fuid=100000132966182

Selamat mencoba dan sukses untuk anda semua

Cobalah Untuk Merenung

Posted in Uncategorized on Juli 25, 2011 by pandu87

Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.

Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran.Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

 

smber : http://iphincow.wordpress.com

Contoh Proposal Pengajuan Kredit

Posted in Uncategorized on Juli 25, 2011 by pandu87

I. RINGKASAN PROPOSAL
Uraikan dengan singkat isi proposal terkait dengan:
– Siapa yang mengajukan?
– Bagaimana prospek pasarnya?
– Bagaimana proses usaha taninya?
– Apa rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan?
– Berapa kebutuhan modal kerja dan investasi, proyeksi laba/rugi usaha dan analisa keuangannya.

II. PROFIL KELOMPOK TANI/KOPERASI
2.1. Gambaran Ringkas Kelompok Tani/Koperasi
Apa nama kelompok tani/koperasi, kapan didirikan, oleh siapa, dimana, alamat kantornya, berapa anggotanya, apa saja usahanya.
2.2. Stuktur Organisasi dan Profil Pengurus
Bagaimana struktur organisasi di dalam kelompok tani/koperasi, bagaimana susunan pengurusnya, siapa saja pengurusnya?
III. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
3.1. Produk
Bawang merah merupakan tanaman semusim (Tanaman setahun), yang dimanfaatkan adalah umbinya yang berlapis-lapis yang sebenarnya merupakan pangkal daun yang bagian atasnya berbentuk silinder dan dari pangkal daun sampai bagian yang ada akarnya berubah bentuk dan membengkak menjadi umbi yang berlapis-lapis.
3.2. Permintaan dan Penawaran
Permintaan Bawang Merah
Permintaan bawang merah bersumber dari permintaan dalam negeri dan permintaan luar negeri. Permintaan dalam negeri terhadap bawang merah datang dari berbagai sumber yaitu :
 Dari pasar bawang merah segar untuk memenuhi permintaan keperluan rumah tangga. Bawang rah merupakan tanaman sayuran yang banyak digunakan oleh keluarga masyarakat Indonesia, terutama sebagai bumbu penyedap masakan. Selain itu juga sering dipakai sebagai bahan obat-obatan untuk penyakit tertentu;
 Permintaan terhadap bawang merah terbesar dari rumah tangga (keluarga, restoran, hotel dan lain-lain).
 Permintaan yang datang untuk memenuhi keperluan industri olah lanjut yang menggunakan bawang merah sebagai bahan baku misalnya untuk industri bawang goreng.

Besarnya jumlah permintaan tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :
• Harga bawang yang berlaku di pasar enceran;
• Pendapatan rumah tangga;
• Harga bawang yang berlaku di pasar enceran;
• Harga barang komplemen yang lain;
• Harga barang turunan dari produk bawang merah;
• Hari-hari besar di mana permintaan terhadap bawang merah segar cendrung meningkat. Permintaan terhadap bawang merah selain untuk keperluan bawang merah segar juga diperlukan untuk keperluan industri olah lanjut yaitu industri bawang goreng.
Permintaan bawang merah juga berasal dari luar negeri, sehingga komoditas bawang merah dapat diekspor. Besarnya permintaan terhadap bawang merah yang datang dari luar negeri dapat dilihat dari kecendrungan meningkatnya ekspor mata dagangan ini.
Penawaran Bawang Merah
Besarnya jumlah penawaran bawang merah sangat dipengaruhi oleh faktor sebagai berikut:
1) Ketersediaan lokasi yang sangat cocok untuk bercocok tanam bawang merah dan atau luas panen;
2) Iklim;
3) Teknologi budidaya;
4) Harga faktor produksi.
Besarnya penawaran bawang merah dapat dikaitkan dengan produksi bawang merah di Indonesia yang hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Produk bawang merah mengalami kenaikan dengan trend yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
Daerah penghasil bawang merah terbesar adalah Pulau Jawa terutama Jawa Tengah dengan produksi ………. ton pada tahun 2007, disusul Jawa Timur sebesar …… ton dan Jawa Barat …… ton pada tahun yang sama. Daerah lain di pulau Jawa yaitu di Sumatera Utara (terutama di Pulau Samosir, danau Toba), Bali, Lombok, Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan daerah lain. Untuk tingkat Kabupaten, Brebes merupakan daerah penghasil terbanyak dengan jumlah ……….. ton atau sekitar 22% dari total produksi seluruh Indonesia.
Bilamana jumlah produksi bawang merah dalam negeri dianggap kurang memenuhi besarnya permintaan, kekurangan pasokan dimaksud dipenuhi oleh impor bawang merah dari luar negeri khususnya berasal dari (Filipina, Taiwan, China). Impor tersebut tidak saja untuk konsumsi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan bibit.
3.3. Harga
Harga bawang merah di dalam merah negeri mengalami fluktuasi sesuai dengan kondisi penawaran dan permintaan pada saat itu. Tingginya nilai tukar dollar Amerika terhadap Rupiah memperngaruhi semua harga komodoti pertanian termasuk bawang merah. Pada saat sekarang, harga rata-rata bawang lokal di beberapa daerah produsen sekitar Rp. 6.000 – Rp. 8.000 per kg untuk bawang kering konsumsi. Sedangkan untuk bawang bibit berkisar Rp. 10.000 – 12.500 per kg. Harga ini bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, sehingga arus perdagangan bawang merah dapat beralih dari Jawa ke Sumatera. Pergerakan bawang merah antar provinsi/pulau sesuai perbedaan harga ini juga dialami oleh komoditi lain terutama cabai merah.
Harga bawang ex. Impor untuk konsumsi di tingkat pedagang sebesar Rp. 6.400 per kg (ex. India), dan Rp. 8,750 per kg (ex. Vietnam). Bawang bibit ex. Philipina Rp. 15.000 kg, dan ex. Thailand Rp. 12.000 per kg. Para konsumen umumnya lebih memilih bawang lokal karena rasa dan aroma yang lebih tajam.
Untuk analisa keuangan dalam MK PKT ini akan digunakan harga di tingkat petani sebesar Rp. 3.500 kg bawang basah.
3.4. Jalur Distribusi Penjualan Bawang Merah
Jalur distribusi penjualan bawang merah dapat dilihat pada Gambar 3.1.

IV. ASPEK PRODUKSI/OPERASIONAL
4.1. Lokasi Usaha
Budidaya bawang merah ini akan dilakukan di Desa Mina Tani, Kecamatan Tani Makmur, Kabupaten Sejahtera. Budidaya akan dilakukan pada lahan seluas 10 hektar yang dimiliki oleh Kelompok Tani Hidup Petaniku. Anggota Kelompok Hidup Taniku sebanyak 10 orang, sehingga rata-rata petani akan mengelola lahan seluas 1 hektar.
4.2. Proses Produksi
Proses produksi budidaya bawang merah terdiri dari pengolahan lahan, pembuatan bedengan, penyediaan bibit, sampai dengan pemeliharaan tanaman dan panen.
1) Pengolahan Lahan
Bertujuan untuk menciptakan tanah sebagai media tumbuh tanaman menjadi gembur sehingga tanah seperti ini akan dapat menunjang pertumbuhan akar dengan baik sedini mungkin. Disamping itu pengolahan tanah juga dimaksudkan untuk dapat menciptakan iklim makro dari tanah seperti yang dikemukakan dalam tabel 4.1 di atas juga dimaksudkan untuk membasmi sisa-sisa gulma
2) Pembuatan Bedengan
Setelah struktur tanah yang gembur dapat diciptakan, pekerjaan selanjutnya yaitu membuat bedengan-bedengan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki serta arah bedengan yang benar. Ukuran bedengan yang pas adalah lebarnya 80 – 100 cm dengan ketinggian bedeng 30 – 50 cm; panjang bedengan disesuaikan dengan ukuran lahan setempat. Sedangkan jarak antara 1 (satu) bedengan dengan bedengan lainnya (lebar parit) adalah 30 – 40 cm. Arah memanjang bedengan tegak lurus dari arah/alur irigasi pokoknya.
3) Penyediaan Bibit
Bibit merupakan awal dari keberhasilan atau kegagalan. Oleh karena itu bibit haruslah bibit yang sehat yang telah melewati masa dorman selama 3 – 4 bulan, dan akar telah mulai keluar. Umbi masih terasa padat, utuh dan tidak cacat. Sehari sebelum tanam, dilakukan pemotongan sepertiga dari pucuknya dengan maksud untuk mempercepat pertumbuhan umbi dan tumbuhnya tunas dan umbi. Dasar pemilihan bibit yang baik lainnya adalah sebagai berikut :
a. Siung bawang merah yang akan dijadikan bibit sudah harus mengalami penyimpanan selama 3 bulan sejak dipanen
b. Diameter siung sebesar 1,5 – 2 cm
c. Keadaan umbi/siung harus merupakan bawang merah yang utuh bulat, padat, keras dan mengkilat dengan kadar air sebesar 80%.
d. Di panen dari tanaman yang telah berumur dari 70 hari
e. Setiap siung yang ditanam akan mampu menghasilkan hasil panen 4 – 6 siung anakan.
f. Untuk luas tanam 1 ha memerlukan bibit berkisar antara 800 s/d 1200 Kg. Bibit bawang merah yang sangat dianjurkan untuk digunakan adalah jenis/varietas bawang merah Ampenan, Sumenep, Maja, Kuningan dan Medan.

4) Penanaman Bibit
Sebelum tanam, diatas bedengan dibuat alur tanam untuk tanah yang relatif subur dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan kedalaman tanam 2 – 3 cm.
5) Pemupukan Awal
Bilamana pupuk kandang mudah didapat maka setiap hektar lahan memerlukan sebanyak 15 – 20 ton pupuk kandang yang harus dicampur merata dengan tanah sewaktu pekerjaan mempersiapkan bedengan.
6) Pemeliharaan Tanaman
7) Panen

4.3. Bahan Baku dan Penolong yang Digunakan
Bahan baku utama dalam proses budidaya bawang merah adalah bibit. Bibit bawang merah menggunakan varietas unggul yang biasanya merupakan jenis/varietas bawang merah Ampenan, Sumenep, Maja, Kuningan dan Medan.
Bahan penolong dalam budidaya bawang merah adalah pupuk dan insektisida. Pupuk yang digunakan adalah:
4.4. Peralatan 
Apa saja peralatan yang digunakan, berapa jumlahnya, berapa nilainya, bagaimana kemampuan kapasitas produksi peralatan tersebut?
V. ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA
Jelaskan jumlah tenaga kerja yang saat ini digunakan, berapa upahnya atau gajinya, bagaimana tingkat pendidikan mereka.
VI. RENCANA BISNIS
6.1. Rencana Produksi/Operasional
Berapa kapasitas produksi yang ingin dikembangkan berdasarkan potensi pasar dan kemampuan yang dimiliki? Jumlahnya berapa, nilainya berapa, dan bagaimana cara mencapainya? Apa saja kebutuhan sarana dan prasarana produksi yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya, termasuk berapa jumlah dan nilainya.
6.2. Rencana Pemasaran
Bagaimana rencana pemasaran hasil produksinya? Ke mana sasaran wilayah pemasaran, siapa konsumennya? Strategi apa saja yang akan dilakukan untuk memasarkan hasil produksi?
6.3. Rencana Kebutuhan SDM
Jelaskan rencana kebutuhan SDM terkait dengan penambahan kapasitas produksi dan pemasaran, berapa tambahan tenaga kerja yang dibutuhkan, apa kualifikasinya, berapa upahnya atau gajinya?
6.3. Rencana Pendanaan
Bagaimana cara memperoleh pendanaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran, siapa yang akan membiayai pengembangan produksi dan pemasaran?
VII. ASPEK KEUANGAN 
7.1. Analisa Kebutuhan Modal Kerja dan Investasi
Buatlah rincian kebutuhan modal kerja untuk pengembangan produksi dan pemasaran, misal: kebutuhan bahan baku dalam jumlah dan nilainya, kebutuhan bahan penolong dalam jumlah dan nilainya. Contoh: kebutuhan bibit, pupuk, dan lain-lain.
Buatkah rincian kebutuhan investasi untuk pengembangan produksi dan pemasaran, misal: peralatan produksi dalam jumlah dan nilainya.
7.2. Proyeksi Laba (Rugi) dan Arus Kas
Berdasarkan rencana produksi dan pemasaran, kebutuhan modal kerja dan investasi, susunlah proyeksi Laba/Rugi per siklus usaha, per tahun sampai tiga tahun atau lima tahun ke depan sesuai permintaan perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Laba/Rugi meliputi rincian sumber pendapatan beserta nilainya dan sumber pengeluaran beserta nilainya. Selisih pendapatan dengan pengeluaran adalah laba (rugi) usaha.
Buatlah proyeksi Arus Kas per siklus usaha, per tahun sampai tiga tahun atau lima tahun ke depan sesuai permintaan perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Proyeksi arus kas meliputi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dapat berasal dari: kas awal, penerimaan penjualan, penerimaan piutang, penerimaan dari kredit bank, dana sendiri. Arus kas keluar dapar berasal dari: pengeluaran investasi, pengeluaran modal kerja, biaya produksi, pembelian bibit, pupuk, saran produksi, biaya operasional, angsuran kredit, pajak.
7.3. Analisa Kelayakan Usaha
Buatlah analisa kelayakan usaha tersebut berdasarkan beberapa kriteria:
 Return on Investment (ROI): rasio antara pendapatan bersih usaha dibandingkan dengan total investasi yang dikeluarkan.
 Return on Asset (ROA): rasio antara pendapatan bersih usaha dibandingkan dengan total aset yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut.
 Net Present Value (NPV): nilai bersih saat ini dari proyeksi penerimaan-penerimaan usaha yang dikerjakan.
 Internal Rate of Return (IRR): mengukur tingkat bunga tertinggi yang mampu ditanggung oleh usaha yang akan dibiayai.

 

sumber:http://duniamikro.wordpress.com

Pajak Pertambahan Nilai

Posted in Uncategorized on Juli 25, 2011 by pandu87

ajak Pertambahan Nilai adalah salah satu pajak tidak langsung dimana beban pajak dapat digeserkan pada pihak lain dan tujuan akhirinya adalah pihak ketiga (konsumen/pemakai), sedangkan pengusaha atau pihak kedua sebagai wajib pajak yang berfungsi sebagai pemungut pajak untuk kepentingan pihak pertama atau fiskus (Aparatur Pajak). Dasar hukumnya adalah UU RI No 18 Tahun 2000 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 8 Tahun 1982 tentang PPn Barang dan Jasa serta PPn BM.

Pada dasarnya pajak pertambahan nilai dikenakan atas barang yang mempunyai nilai tambah atau barang yang telah melalui proses produksi/pabrikasi, disebut Barang Kena Pajak (BKP).

Mekanisme pemungutan Pajak Pertambahan Nilai dilakukan secara berangsur-angsur mulai dari produsen, distributor dan pedagang. Maksudnya setiap pengusaha (produsen, distributor, pedagang) pada saat membeli bahan baku atau barang yang dikategorikan Barang Kena Pajak akan dikenakan Pajak PPN 10% disebut juga Pajak Masukan. Sedangkan pada saat penjualan barang tersebut akan memungut pajak PPN 10% disebut juga Pajak Keluaran.

Jadi pajak yang terhutang yang harus disetor oleh pengusaha ke Kas Negara adalah selisih antara Pajak Keluaran dengan Pajak Masukan, atas dengan rumus:

Pajak Keluaran – Pajak Masukan = Disetor ke Kas Negara

Subyek Pajak

Subyek pajak yang dimaksud pada pajak PPN adalah wajib pajak yang bertanggung jawab dalam pemungutan PPN terhadap Barang Kena Pajak (BKP) pada saat terjadinya kegiatan kena pajak terhutang dan harus disetorkan ke Kas Negara.

Wajib pajak tersebut menurut Undang-undang Pajak PPN dibagi 2 golongan yaitu:

  • 1. Pengusaha Kena Pajak (PKP) yaitu: pengusaha menurut undang-undang harus dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak.
  • 2. Permohonan Pengusaha Kena Pajak (PM.PKP) yaitu: Pengusaha menurut undang-undang tidak termasuk ruang lingkup pengenaan pajak , tetapi memilih untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP), misalnya: Exportir, Pengusaha kecil dan grosir.

Pengusaha yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan pajak PPN harus mendaftarkan diri untuk mendapat Pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) agar dapat membuat Faktur Pajak yang diminta oleh pengusaha kena pajak lainnya pada saat pembelian barang sebagai bukti adanya pajak masukan, sedangkan pengusaha kena pajak menjual barang kepada bukan pengusaha kena pajak, maka pengusaha kena pajak mempunyai hak untuk menambahkan PPN pada harga Barang Kena Pajak tersebut, hal ini biasa dilakukan secara diam-diam.

Eksportir memilih untuk dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak agar dapat meminta kembali PPN dan atau PPn BM yang melekat pada barang kena pajak yang diekspor. Karena barang yang diekspor tarif pajak PPN adalah 0% (nol persen).

Obyek Pajak

Obyek pajak adalah suatu peristiwa atau kegiatan yang menimbulkan terhutang pajak atas “Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP)” yang dilakukan oleh subyek pajak.

Obyek pajak PPN berdasarkan undang-undang adalah:

  • 1. Penyerahan barang kena pajak kepada pengusaha kena pajak yang dilakukan dalam wilayah daerah pabean.
  • 2. Impor barang kena pajak yang dilakukan oleh siapapun dan dasar pengenaan pajak adalah nilai impor

Tabel. Pengecualian Barang/Jasa Kena Pajak

Pengecualian Barang Kena Pajak (BKP) Pengecualian Jasa Kena Pajak (JKP)
– Barang hasil pertanian, perkebunan, kehutanan yang langsung diambil

– Barang hasil peternakan , perburuan dan penangkapan

– Barang hasil pertambangan

– Barang-barang kebutuhan pokok

– Makanan dan minuman yang disajikan hotel, restoran, rumah makan

– Listrik, kecuali listrik untuk perumahan yang dayanya diatas 6600 watt

– Saham, obligasi, surat berharga

– Emas batangan

– Jasa bidang kesehatan

– Jasa bidang pelayanan sosial

– Jasa bidang pengiriman surat

– Jasa bidang perbankan, asuansi dan sewa guna usaha

– Jasa bidang keagamaan

– Jasa bidang pendidikan

– Jasa bidang kesenian

– Jasa bidang penyiaran radio

– Jasa bidang angkutan umum

– Jasa bidang tenaga kerja

– Jasa bidang telekomunikasi

 

  • 3. Pembayaran Jasa Kena Pajak: jasa pembuatan, pemugaran, perbaikan bangunan/konstruksi dan barang tak bergerak lainnya.
  • 4. Penyerahan barang kena pajak oleh pedagang besar dan pedagang eceran besar yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak.
  • 5. Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar negeri kedalam negeri (daerah pabean).

Tarif Pajak

Tarif pajak PPN adalah tarif tunggal dan proporsional dan dipungut berulangkali secara kredit. Kecuali pajak PPnBM dengan tarif progresif dan dipungut satu kali.

Besarnya tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara umum adalah 10%, berlaku untuk semua barang kena pajak baik barang produksi dalam negeri maupun barang impor yang dikonsumsi didalam wilayah dareah pabean. Sedangkan barang yang dikonsumsi diluardaerah pabean (ekspor) dikenakan tarif pajak PPN 0% (nol persen). Tetapi didalam kondisi tertentu tarif PPN dapat dirubah sesuai dengan peraturan pemerintah serendah-rendahnya 5% dan maksimal 15%.

 

sumber:http://arsasi.wordpress.com

Browser

Posted in kampus on Juli 19, 2011 by pandu87

Mungkin sebagian dari rekan-rekan yang masih agak awam dengan jelajah internet masih berpersepsi bahwa browser adalah Internet Explorer, yang sekarang sudah mulai merilis versi kedelapan meskipun masih beta. Ternyata ada banyak sekali browser yang dapat rekan-rekan gunakan sebagai jendela untuk mengakses informasi dari dunia maya.

Mungkin saja anda memakai satu jenis web browser saja sejak mengenal internet, dan ketika dihadapkan komputer lain (diwarnet misalnya), dengan komputer dengan sistem operasi linux yang default web browsernya rubah api(firefox), anda sedikit canggung memakainya dan meminta memilih memakai web browser dengan logo huruf ‘e’kecil berwarna biru.

Namun sesungguhnya kegunaan webbrowser adalah sama.

 

web browser is a software application for retrieving, presenting, and traversing information resources on the World Wide Web. An information resource is identified by a Uniform Resource Identifier (URI) and may be a web page, image, video, or other piece of content.   – wikipedia

di internet banyak betebaran macam-macam  web browser dengan beberapa kelebihan dan kekurangan, dengan mencobanya satu persatu, lalu berganti memakai web browser jenis lain secara berkala anda dapat mengenali behaviournya masing-masing.

dan apa saja macam-macam web browser tersebut, ini dia list yang berhasil kami rangkum:

 

  • Mozilla Firefox

dibuat oleh mozilla corporation, firefox adalah salah satu web browser open source yang dibangun dengan Gecko layout engine. Tak hanya handal firefox juga didukung oleh sejumlah Add-ons yang dapat diinstall terpisah yang memungkinkan pengguna melakukan sesuai dengan kegunaan Add-ons tersebut.

 

Internet Exporer

  • Web browser besutan Microsoft Corporation biasanya dikenal dengan nama pendek IE, sejak 1995 IE mulai di masukan sebagai default sotware pada saat instalasi Sistem Operasi Windows, sejak tulisan ini dibuat IE belum lama ini meluncurkan versi IE8.

Pada versi ini dikenalkan salah satu fitur baru yaitu web slice, Web Slice merupakan      pilihan akses langsung di Favorit Bar yang muncul setiap kali browser web dibuka. Webslice bisa terdiri dari preview keseluruhan dari sebuah website yang disajikan dengan ukuran kecil tanpa kita membuka tab baru mengunjungi website tersebut, content dari webslice sebuah website

bergantung dari penyedia website menyajikan content yang masuk ke webslice.

 

Safari

Dibuat oleh Apple Inc, perusahaan yang juga memproduksi komputer Macintosh, iPod, dan juga iPhone. dibangun dengan browser engine WebKit, WebKit juga adalah browser engine pertama yang lulus test Acid3

 

Flock

Flock adalab web browser yang dibangun dengan code mozilla frefox yang web browser ini khususkan menyediakan social networking dan Web 2.0

Flock didesain untuk memudahkan aktivitas online pengguna internet mengatur beberapa social networking, web mail, news feeds dan blogs yang mereka miliki. Dengan Mengunakan Flock mereka dapat dengan mudah menjelajah, berbagi, dan menikmati content maupun menjalin hubungan di situs pertemanan yang mereka inginkan.

 

Opera

 

Opera dikembangkan oleh Opera Software company adalah salah satu Web Browser dan juga Internet Suite. Jika firefox punya Add-ons,  Opera punya “Opera Widgets”, sebuah aplikasi  web kecil yang dijalankan bersamaan dengan Opera yang mempunyai kegunaan tertentu, layaknya Add-ons firefox.

 

K-Meleon

 

K-Meleon salah satu browser gratis dan open source di rilis dibawah  Lisensi GNU General Public dan berjalan diplatform Microsoft Windows (Win32) operating systems. Dibangun di atas Gecko layout engine, layout engine yang sama seperti digunakan Mozilla Firefox.

 

SeaMonkey

 

SeaMonkey adalah sebuah proyek komunitas untuk menjadikan SeaMonkey all-in-one internet application suite, seperti software suite populer yang sudah dibuat sebelumnya oleh Netscape dan Mozilla, dan proyek SeaMonkey melanjutkan konsep tersebut. Terdiri dari Internet browser, email & newsgroup client, HTML editor, IRC chat and web development tools, SeaMonkey direkomendasikan bagi advanced users, web developers dan corporate users.

 

 

Camino

 

Camino, Mozilla Power Mac Style.

Camino adalah open source web browser dikembangkan berfokus pada memberikan experience terbaik kepada pengguna Mac OS X. Camino mengkombinasikan visual sederhana, elegan dan menyajikan pengalaman yang mengagumkan yang menjadi filosofi dari Macintosh dengan Gecko layout engine yang powerful.

Camino hanya dapat diinstall dalam Sistem Operasi Mac

 

Konqueror

 

Konqueror adalah web browser, file manager, dll. Konqueror menyediakan file viewer yang bisa mengexplore file-file di komputer anda maupun secara remote ke komputer lain. Protokol yang didukung Konqueror :

 

 

  1. FTP and SFTP/SSH browser
  2. SAMBA (Microsoft file-sharing) browser
  3. HTTP browser
  4. IMAP mail client
  5. ISO (cd image) viewer
  6. VNC viewer

 

Untuk menginstall Konqueror ini anda harus install KDE terlebih dahulu. KDE adalah Desktop Enviroment di keluarga unix, jika anda pengguna windows telebih dahulu install KDE.

Masih banyak web browser yang terdapat di internet, kembali kepada anda untuk  mengunakan browsing internet sehari-hari dan install Add-ons atau Widgetnya untuk mendapatkan pengalaman berbeda saat berselancar.

 

 

 

http://komputer.kreatips.com         

      http://rudi.blog.uns.ac.id

 

PENGERTIAN WATERFAL DAN PROTOTYPE

Posted in kampus on Juli 19, 2011 by pandu87

Waterfall sebagai model perangkat lunak

Permodelan dalam suatu perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa perangkat lunak, sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan permodelan. Hal ini tidak dapat lagi dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak.Permodelan dalam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di bagian awal rekayasa, dan permodelan ini akan mempengaruhi pekerjaan-pekerjaan dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.Model proses perangkat lunak masih menjadi obyek penelitian, tapi sekarang ada banyak model umum atau paradigma yang berbeda dari pengembangan perangkat lunak, antara lain :

  Pengembangan waterfall

  Pengembangan secara evolusioner

  Transformasi formal

  Penggabungan sistem dengan menggunakan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali

Waterfall model pertama kali diperkenalkanoleh Winston Royce tahun 1970. Waterfall Model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier.  Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya.Model ini telah diperoleh dari proses rekayasa lainnya dan menawarkan cara pembuatan rekayasa perangkat lunak secara lebih nyata.  Model ini melibatkan tim SQA (Software Quantity Assurance) dengan 5 tahapan, dimana setiap tahapan selalu dilakukan verifikasi atau testing.  Tahapan model waterfall meliputi :

  • Requirment

Dalam tahapan ini jasa, kendala dan  tujuandari konsultasi dengan pengguna sistem.  Kemudian semuanya dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.  Dengan kata lain, dalam tahapn ini dilakukan analisa kebutuhan, kemdian diverifikasi klien dan tim SQA.

  • Specification

Dokumentasi spesifikasi, kemudian diperiksa oleh tim SQA.  Selanjutnya jika disetujui oleh klien, maka dokumen tersebutmerupakan kontrak kerjaantaraklien dan pengembang s0ftware.  Selanjutnya merencanakan jadwal pengembangan software. Jika disetujui oleh SQA, tahap desain baru dilakukan.

  • Design

Proses design sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras.  Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur keseluruhan. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkatlunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi kedalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.  Tahapan ini telah menentukan alur software hingga pada tahap algoritma detail.  Di akhir tahap ini, kembali diperksa tim SQA.

  • Implementation

Selama tahap ini, desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program.  Desain yang telah disetujui, diubah dalam bentuk kode-kode program.  Tahap ini, kode-kode program yang dihasilkan masih pada tahap modul-modul. Diakhir tahap ini, tiap modul di testing tanpa diintegrasikan.

  • Integration

Unit program diintegrasikan dandiuji menjadi sistem yang lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi.  Setelah uji coba, sistem disampaikan ke konsumen.

  • Operaton mode & retirement

Normalnya, ini adalah tahap yang terpanjang.  Sistem dipasang dan digunakan. Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.  Perbaikan inmplementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.Setiap tahap dari modelini menggunakan Document Drivent, yaitu tahap selanjutnya selalu bekerja berdasarkan dokumen yang telah diberikan sebelumnya.

Tahapan pada waterfall model tidak akan selesai jika tidak disetujui SQA.  Modifikasi pada tahap tertentu (tidak sesuai dengan dokumen sebelumnya), proses harus kembali pada tahap sebelumnya untuk penyesuaian dan peninjauan ulang.Dalam prakteknya, setiap langkah sering tumpang tindih dan saling memberi informasi satu sama lain.  Proses perangkat lunak tidak linierdan sederhana,  tapi mengandung urutan iterasi dari aktifitas pengembangan.  Selama di langkah terakhir, perangkat lunak telah digunakan.  Kesalahan dan kelalaian dalam menentukan kebutuhan perangkat lunak original dapat diatasi.Sayangnya model yang banyak mengandung iterasi, sehingga membuat sulit bagi pihak manajemen untuk memeriksa seluruh rencana dan laporan.  Maka dari itu, setelah sedikit iterasi, biasanya bagian yang telah dikembangkan akan dihentikan dan dilanjutkan dengan langkah pengembangan selanjutnya.

Masalah-masalah selama resolusi selanjutnya, dibiarkan atau diprogram.  Pemberhentian yang prematur dari persyaratan akan berarti bahwa sistem tidak akan sesuai dengan keinginan user. Mungkin juga sistem terstruktur secarajelek yang sebenarnya merupakan masalah deain akan dibiarkan karenaterkalahkan olehtrik implementasi.Masalah pendekatan waterfall adalah ketidakluwaesan pembagian proyek ke dalam langkah yang jelas/nyata.  Sistem yang disampaikan kadang-kadang tidak dapatdigunakan sesuai keinginan konsumen.  Namun demikian, model waterfall mencerminkan kepraktisan rekayasa.  Konsekuensinya, model proses perangkat lunak yang berdasarkan pada pendekatan ini, digunakan dalam pengembangan sistem perangkat lunak dan hardware yang luas.

Sedangkan Pengertian prototype

Sering seorang pelanggan mendefinisikan serangkaian sasaran umum bagi perangkat lunak, tetapi tidak melakukan mengidentifikasi kebutuhan output, pemrosesan, atupun input detail. Pada kasus yang lain, pengembang mungkin tidak memiliki kepastian terhadap efisiensi algoritme, kemampuan penyesuaian dari sebuah sistem operasi,atau bentuk-bentuk yang harus dilakukan oleh interaksi manusia dengan mesin. Dalam hal ini, serta pada banyak situasi yang lain, prototyping paradigma mungkin menawarkan pendekatan yang terbaik.

Prototyping paradigma dimulai dengan pengumpulan kebutuhan. Pengembang dan pelanggan bertemu dan mendefinisikan obyektif keseluruhan dari software, mengidentifikasi segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis besar diman definisi lebih jauh merupakan keharusan kemudian dilakukan “perancangan kilat”. Perancangan kilat berfokus pada penyajian dari aspek-aspek software tersebut yang akan nampak bagi pelanggan atau pemakai (contohnya pendekatan input dan format output). Perancangan kilat membawa kepada konstruksi sebuah prototipe. Prototipe tersebut dievaluasi oleh pelanggan/pemakai dan dipakai untuk menyaring kebutuhan pengembangan software. Iterasi terjadi pada saat prototipe disetel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan pada saat yang sama memungkinkan pengembang untuk secara lebih baik memahami apa yang harus dilakukannya.

Secara ideal prototipe berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasi kebutuhan software. Bila prototipe yang sedang bekerja dibangun, pengembang harus mempergunakan fragmen – fragmen program yang ada atau mengaplikasikan alat –alat bantu (contohnya report generator, window manager, dll) yang memungkinkan program yang bekerja untuk dimunculkan secara cepat.Prototipe bisa berfungsi sebagai “sistem yang pertama”. Brooks setuju bila kita membuangnya. Tetapi mungkin ini merupakan pandangan yang ideal. memang benar bahwa baik pelanggan maupun pengembang menyukaiparadigma prototipe. Para pemakai merasa enak dengan sitem aktual, sedangkan pengembang bisa membangun dengan segera. tetapi prototipe bisa juga menjadi masalah karena alasan sebagai berikut:

  1. Pelanggan melihat apa yang tampak sebagai versi software yang bekerja tanpa melihat bahwa prototipe itu dijalin bersama – sama “dengan permen karet dan baling wire”, tanpa melihat bahwa di dalam untuk membuatnya bekerja, kita belum menyantumkan kualitas software secara keseluruhan atau kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu yang panjang. Ketika diberi informasi bahwa produk harus dibangun lagi agar tingkat kualitas yang tinggi bisa dijaga, pelanggan akan meneriakan kecurangan dan permintaan agar dipakai “beberapa campuran” untuk membuat prototipe menjadi sebuah produk yang bekerja yang lebih sering terjadi, sehingga manajemen pengembangan software menjadi penuh dengan belas kasihan.
  2. Pengembang sering membuat kompromi – kompromi implementasi untuk membuat prototipe bekerja dengan cepat. Sistem operasi atau bahasa pemrograman yang tidak sesuai bisa dipakai secara sederhana karena mungkin diperoleh dan dikenal; algoritma yang tidak efisien secara sederhana bisa diimplementasikan untuk mendemonstrasikan kemampuan. Setelah selang waktu tertentu, pengembang mungkin mengenali pilihan – pilihan tersebut dan melupakan semua alasan mengapa mereka tidak cocok. Pilihan yang kurang ideal telah menjadi bagian integral dari sebuah sistem.

Meskipun berbagai masalah bisa terjadi, prototipe bisa menjadi paradigma yang efektif bagi Software Engineering. Kuncinya adalah mendefinisikan aturan main pada saat awal; yaitu pelanggan dan pengembang keduanya harus setuju bahwa prototipe dibangun untuk berfungsi sebagai mekanisme pendefinisian kebutuhan. Prototipe kemudian disingkirkan (paling tidak sebagian), dan software aktual direkayasa dengan tertuju kepada kualitas dan kemampuan pemeliharaan.